Monday, January 18, 2016

GAT-X207 Blitz Gundam

Salah satu gundam yang "anti-mainstream" untuk persenjataannya, yakni tameng dengan misil dan hook. Kalau di filmnya sih, untuk tugas espionage dan dilengkapi dengan kamuflase. Sayangnya, di tengah musim, gundam ini hancur ditebas pedang.

Still, desainnya oke dan dengan dominasi warna hitam membuat gundam ini sedap dipandang. Edisi yang dibeli ini merupakan edisi remastered, yang konon kabarnya edisi sebelum remastered ini mengecewakan publik.


Hook itu dilengkapi dengan tali dan standing yang menggambarkan seolah- olah hook itu ditembakan dan melayang. Cuma karena kurang canggih photoshopnya (menghilangkan standing seolah- olah hook beneran berdiri) jadi kurang minat untuk memfoto dalam pose begitu :")

MS-06S Zaku II Char Custom (Gundam The Origin Ver.)

Akhirnya adalah kata yang tepat untuk kit ini.

Akhirnya dapet juga icon ini. Zaku merah yang dipake oleh Char Aznable, nemesis utama dalam per-Gundam-an. Sehingga pas kit ini keluar, tidak perlu pertimbangan lama, langsung dibeli.

Ada beberapa perbedaan dengan Zaku yang dipake Char di Mobile Suit Gundam (yang mana itu sekitar 38 tahun lalu), antara lain warna bodi yang lebih gelap dan persenjataan yang lebih canggih. Untungnya, kapak dan tameng di bahu kanan yang ikonik itu tetap ada.

Kit ini dikeluarkan lagi dalam rangka OVA baru, Gundam The Origin. Jadi ketika Mobile Suit Gundam lebih membahas perang yang sudah terjadi, Gundam The Origin membahas permulaan sebelum perang itu terjadi, dari sisi Char Aznable muda.

Film pertamanya sempe
t diputar di Blitz beberapa waktu lalu.

Begini hasil rakitannya:










Monday, September 7, 2015

Belitung!

Setelah perencanaan super singkat, tanggal 4-6 Juli kemarin, kami sekeluarga pergi ke pulau Belitung. Beli tiket pesawat, hotel, kaya baru seminggu sebelumnya. Juga rental mobil ama driver di sana dilakuin dengan ngebut. Biasanya buat ke Bandung bisa rundingan lama banget, ini kilat X))

Pesawat ke Belitung engga banyak, cuma ada Citilink, Sriwijaya dan Garuda yang direct. Berangkat di jam pertama pake Citilink, ternyata pesawat itu penuh ama wisatawan. Kabarnya, karena film Laskar Pelangi-lah, kunjungan ke Belitung melonjak drastis.

Lalu untuk travel di Belitung, sangat direkomendasikan untuk sewa mobil sekaligus drivernya. Biasanya berkisar 500rb per hari include bensin. Untuk lama perjalanan juga, cukup 3 hari 2 malam udah bisa keliling pulau dari ujung ke ujung.

Pas sampe, yang beneran kerasa adalah udara bersih. Bersih banget! Segala kesumpekan Jakarta langsung ilang. Bandara sepi, jalanan sepi, langit biru. Pas sampe, kita langsung menuju ke Belitung Timur. Belitung Timur ini daerah bekas Ahok, dimana adiknya, pak Basuri juga sedang memimpin.

Perjalanan ke Belitung Timur memakan waktu sekitar 2-3 jam, tergantung kecepatan si pengemudi. Tempat pertama yang dikunjungi adalah replika sekolah Muhammadiyah, tempat Andrea Hirata dkk bersekolah.


Jadi, di satu kawasan itu, sudah didedikasikan juga menjadi kawasan wisata. Sedikit perjalanan dengan mobil, kemudian kita sampe di Museum Kata. Museum ini dibuat Andrea Hirata dan berisikan berbagai benda- benda yang sehubungan dengan karya- karya dia, terutama novel Laskar Pelangi. Juga ada pengakuan- pengakuan internasional dan buku Laskar Pelangi yang diterjemahkan ke berbagai bahasa.


Habis itu, laper XD

Dibawalah oleh driver ke tempat langganan wisatawan. Namanya restoran Fega. Terletak di ujung timur Belitung, restoran ini langsung menghadap laut dan suasananya bagus. Tapi untuk makanannya biasa- biasa aja... Untuk kuliner khas Belitung itu ikan gangan. Ikan gangan ini seperti sop ikan dengan kuah yang kuning banget. Dan kami sekeluarga juga biasa aja dengan ikan gangan itu. Papa ama dede malah engga mau makan lagi.

Setelah itu, kita dibawa ke rumah pak Ahok. Rumahnya gede dan ada penghuninya (katanya driver itu ibunya masih ada di situ) tapi untuk umum boleh datang dan liat- liat. Di depan rumahnya, ada juga rumah makan yang lagi dibangun.


Dari rumah Ahok, ada juga komplek klenteng Dewi Kwan Im yang besar dan megah. Tapi engga terlalu banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini, selain karena engga enak juga kalau mengganggu ibadah orang.


Kita juga mengunjungi beberapa pantai di Belitung Timur, tetapi kurang begitu berkesan. Engga kotor, cuma memang kurang bisa menarik wisatawan karena kurang dikembangkan dengan baik. Kami datang sudah dengan ekspektasi bahwa pantai di Belitung Timur memang kurang menawan. Pantai yang sudah dikembangkan baik itu di Belitung Barat.

Kami nginep di Grand Hatika, dimana di seberang hotel itu langsung ada pantai yang udah dijadikan kawasan wisata seperti Jimbaran. Hari Sabtu itu bisa langsung dapet sunset juga. Tapi karena sudah diajak driver untuk makan chinese food di restoran Dynasty, engga makan di kawasan pantai itu. Oh iya, buat masuk pantai itu bayar 2rb :))

Di restoran Dynasty itu, pas banget lagi ada kawinan. Jadi susah banget buat dapet tempat duduk. Di sini bisa coba rajungan goreng khas Belitung yang enak banget! Tapi selebihnya, seperti restoran di Jakarta.

Hari Minggu, agendanya keliling pantai di Belitung Barat dan pergi ke pulau- pulau. Berangkat hari itu agak pagi, biar ga gosong di pulau- pulau. Untuk berangkat ke pulau, kita harus ke pantai Tanjung Kelayang. Rupanya, si driver juga punya restoran disini.  Tapi pantainya sendiri juga biasa aja, karena udah jadi pangkalan buat perahu- perahu.

Destinasi pertama dari perjalanan perahu itu gugusan batu garuda. Kalo dari jauh, batu ini keliatan seperti kepala garuda. Kata yang bawa perahunya, gugusan batu itu diubah sedikit biar jadi keliatan kaya burung garuda.


Selanjutnya, ke Batu Berlayar. Kenapa disebut begitu? Karena sebenarnya batu ini kalau lagi pasang tenggelam. hanya keliatan ujung batunya, yang mirip layar kapal. Tapi karena pas dating lagi surut banget (keliatan dari garis air di batunya), jadi kita bisa menjejakan kaki di batu- batu ini. Malah ga keliatan kaya layar X)).


Ada juga Pulau Pasir, begitu penduduk lokal menyebutnya. Sebenarnya ga memenuhi unsur pulau, karena pasang sedikit aja Pulau Pasir ini udah ilang ditelan laut. Gw pribadi paling seneng di Pulau Pasir ini karena pasirnya bener- bener halus banget kaya bedak bayi. Enak buat mainan juga, lalu ada beberapa bintang laut. Tapi karena cuma ada pasir, jadi matahari itu menyengat banget ga ada halangan apa- apa. Kelar makan siang, pulau ini udah ga ada. Jadi emang harus pagi kalo mau ngerasain pulau ini.
 

Pulau selanjutnya, pulau Lengkuas. Di pulau ini yang paling terkenal adalah mercusuar yang dibangun Belanda. Selagi perjalanan, dan merasakan jauhnya perjalanan pulau, walau pake speedboat, kepikiran juga: "Belanda ini nganggur atau apa, kok bangun mercusuar di sini." Tapi pas dating, mercusuarnya ga bisa dikunjungi karena lagi dilaksanakan perawatan berkala, tepatnya lagi dicat ulang.


Habis mercusuar, makan siang di pulau. Pulaunya emang udah dijadiin restoran dan ada juga wilayah konservasi penyu. Hari itu lagi terik- terik banget, jadi minim banget di pantainya XD Tapi untungnya konservasi penyu adem, jadi bisa berlama- lama di tempat penyu. Sumbangan buat konservasi penyu itu 5rb per orang, boleh juga lebih.



Dari pulau, lanjut ke tempat legendaris pulau ini. Pantai Tanjung Tinggi, pantai tempat shooting Laskar Pelangi. Pantainya yang ini bener- bener bagus! Pasirnya paling halus kalo dibandingin ama semua pantai yang pernah kami kunjungi. Lalu batu- batu besar ini... datengnya out of nowhere :))



Memang pantai ini udah jadi lokasi yang wisatawan incar banget. Pantai ini lokasinya hampir di ujung utara Belitung Barat, masih remote dari kota, dan hebatnya bener- bener dirawat. Syukurlah wisatawan tau diri untuk ga nyampah..

Untuk wisata hari terakhir, kami mengunjungi satu gereja di Tanjung Pandan, yaitu Gereja Regina Pacis. Gerejanya bersebelahan dengan Masjid juga dan deket banget ama hotel ternyata. Terus kita juga ke Danau Kaolin, danau bekas tambang timah yang gede dan dalem banget. Entah mengapa bagus, padahal harusnya jelek, karena menunjukan lepasnya tanggung jawab penambang timah.


Di tengah kota Tanjung Pandan, ada ikon dari Belitung, yang ternyata bukan timah atau laskar pelangi. Namanya batu satam. Konon batu ini merupakan meteor yang pernah jatuh di Tanah Belitung.


Untuk kuliner, kita sempet nyobain mie Atep yang terkenal banget. Tapi gw pribadi kurang oke dengan mie itu karena... ga kaya mie sebenarnya. Lalu ada juga martabak yang disini namanya hok lo pan. Jualannya di gerobak juga, sama kaya martabak Bangka di berbagai belahan Jakarta.

Khusus buat yang ga halal, ada mie Belitung yang lain banget ama mie atep. Ini lebih ke arah mie babi. Namanya mie Nyong Choi. Kata driver, jam 11 pagi udah abis. Jadi misal naik flight pertama, langsunglah ke bakmi ini. Lalu yang bisa dibawa pulang adalah rajungan isi siap goreng. Siap siap ketagihan :P

Daannn tibalah saatnya untuk pulang ke ibukota. Pasti gw balik lagi. Meskipun ga keliling pulau lagi, tapi pasti. Belitung is a perfect getaway. Walau cuma leyeh- leyeh di hotel, tapi suasananya bener- bener tenang dan damai.

Thank you Belitung!

Thursday, May 14, 2015

RGM-96X Jesta Cannon

Finally! Lama mengincar beli kit ini karena kotaknya keren banget awalnya. Terus liat hasil orang bikin, malah makin menggiurkan! Emang ini suit buatan EFSF bagus- bagus, tapi saying pilotnya bego- bego jadi keliatan cupu (?)

HGUC RGM-96X Jesta Cannon Box Art
Awalnya gara- gara kotak
 
 
Kit ini dibeli ga lama habis xincia, mumpung ada angpau yang melimpah kan :P
Tapi lama banget ga dirakit karena project itu lagi.
 
Akhirnya, di weekend setelah project kelar, dan pas banget long weekend hari buruh, mulailah proses rakitnya. Karena udah lama ga ngerakit, alhasil kemampuan mulai usang. Jadi pelan- pelan banget dan ga kelar pada hari itu. Dilanjut lagi minggu depan. Berikut hasilnya:
 
Lihat! Gahar banget! XD
 
 
 
Yang hebat dan membuat gw tertarik beli kit ini adalah, walaupun dia suit buat pilot yang biasa aja, tapi persenjataannya luar biasa mumpuni! Dua rifle, dua beam saber, dua mounted beam dan Vulcan serta missiles di samping pinggul dan kedua kakinya! Dan juga masih ada shieldnya!
 
Hal ini yang membedakan dengan varian Jesta biasa, sebagaimana gw kutip:
"Jesta Cannon is a heavy assault variant of the standard Jesta"
 
Terus juga, kitnya ini lengkap ama stiker Anaheim Electronics, EFSF itu sendiri dan Londo Bell! So awesome! Warnanya juga yang navy gelap menambah kesan cool dan membunuh dari kitnya!
 
Inilah tambahan terbaru koleksi gw dan dia sangat keren! :D
 
 
 
 
 


Welcome, Lumia 435!

Dengan mempertimbangkan meningkatnya gangguan di hari sabtu minggu selama project di kantor dua bulan lalu, dari whatsapp, telepon, dan sms masuk terus di hari sabtu minggu serta pada saat kuliah (yang mana sangat mengganggu), akhirnya diputuskan untuk mencari handphone kedua.

Si ijo ini (panggilan handphone baru ini) berfungsi sebagai handphone buat kerja dan juga grup S2 di salah satu aplikasi chatting.

Mempertimbangkan juga si kuning 920 yang sudah mulai tua (ga kerasa udah hampir 3 tahun!) dan gw merasa kasian kalo memaksa dia harus melakukan semuanya juga.

Jadi kebetulan waktu itu ada promo launching dari Microsoft untuk pembelian online, begini penampakannya:

 
 
Dibeli dengan harga Rp 699.000 ajah plus cicilan 6 bulan. Aslinya sih Rp 799.000, tapi kalo pake visa dapat karting Rp 50.000 dan ada vocer dari blibli Rp 50.000 lagi.

Untuk speknya sih memang ga mumpuni, tapi cukup banget kalo cuma buat kerja dan chat biasa aja. Proyeksinya adalah semua kegiatan multimedia dialihkan ke si kuning. Si ijo murni khusus kerja aja.

Udah dua bulan (tapi baru sempet post sekarang) dan ga ada complain sih. As expected dari OS Windows Phone, dimana hape dengan spek butut pun ga akan ngelag. Dan karena cuma dipake dengan pemakaian normal, batere bisa tahan dua hari.

Sehingga.. Si kuning sekarang bisa istirahat. Biarkan si ijo yang bekerja keras :D

It's colorful! 

Monday, April 27, 2015

Marah

Setelah hampir enam bulan waktu tersita untuk Project K di kantor (termasuk terbengkalainya blog ini), ada beberapa hal yang diingat dari Project itu. Terutama menjelang akhir project.

Marah.

Engga, bukan saya yang marah, tapi orang lain yang marah. Bisa ditebak dong siapa :))

Memang, kalo kerja sampe hari esoknya lagi, biasa yang tersisa ya marahnya saja. Karena faktor kelelahan dan lain. Selain itu juga, faktor mepetnya deadline project, sementara kerjaan masih numpuk. Akhirnya karena stress, marah.

Jadi apa sih itu marah? Entahlah bila menurut KBBI. Tapi saya tahu, kalau beliau sudah mau mulai marah. Yang paling jelas sih nada meninggi dan tatapan mata yang tajam, serta kata- kata yang merendahkan seperti "ngerti ga sih" atau " bukaaan gitu loooo aduuuhhh" dan yang sejenis.

Yasudah, hanya bisa menerima. Karena memang biasanya beliau marah karena kesalahan kami- kami juga. Tapi bukan itu yang mau dibahas disini. Yang dibahas disini adalah marah yang "lucu."

Lucu dalam artian, sebenarnya bukan saya yang salah (karena memang tidak ada kesalahannha), tapi karena tidak ada yang bisa dimarahi lagi, jadinya marah juga gitu. Menjadi lucu karena saya bisa mentertawakan beliau yang kadang tidak meminta maaf. Menjadi lucu melihat harga dirinya lebih rendah dari saya, karena beliau sendiri yang salah, tidak teliti dan lain.

Kejadian pertama adalah kebingungannya sendiri tentang suatu tindakanan suatu perseroan yang nyata- nyatanya beliau perintahkan sendiri.

Sebutlah ada PT A, PT B, PT C, PT D dan PT E. Waktu itu, A, B, C, dan D direncanakan dijual sahamnya ke E. Namun karena satu hal dan lain, A dan B tidak bisa dijual ke E. Sehingga, rencana berubah A dan B dijual ke PT X, sedang C dan D tetap sesuai rencana.

Sehabis saya pulang kuliah, beliau menelepon menanyakan progress penjualan PT ini. Setelah saya jelaskan, beliau marah. "Lho kan A B C D dijual ke E! Gimana sih kamu?!" Katanya dengan nada meninggi. Jujur di saat itu saya bingung. Kok aneh sekali ini. Akhirnya setelah dia selesai marah, saya jelaskan ulang dan tiba- tiba seakan dia tersadar akan kesalahannya. "Oooooooooooo ya ya ya" Begitu reaksinya.

Kesel sih, ditambah lagi mengemudi, jadi kurang konsen. Dan reaksinya begitu saja. Kesel, cuma akhirnya esok harinya saya cerita ke temen- temen kantor untuk dijadikan bahan tertawaan.

Kejadian kedua, mengenai tanggal akta untuk PT A dan B. Beliau berpikir bahwa tanggal akta A dan B harusnya sebelum 31 Maret.

Akhirnya beliau marah besar. "Ini kan harusnya udah keluar aktanya! Ayo dong gimana sih kamu?!" Dan berbagai macam marah- marah yang lain. Rupanya ini masalah terkait audit dan laporan keuangan dan lain yang saya kurang paham. Tapi tetap saja dimarahi. Ultimately, dia menelepon klien untuk menanyakan apakah boleh sebelum 31 Maret. Klien bilang boleh, tak apa. Ini kemenangan pertama saya.

Kemenangan kedua adalah, ketika akta saya terima, ditanggalkan 30 Maret. Wuah, bahagiannya saya. Dan beliau tidak omong apa- apa selain "Good." Tentunya malu besar lah ya, karena sudah marah sedemikian rupa, salah dirinya sendiri. Ingatan ini menjadi manis buat saya.

Dan kejadian ketiga ini, sangat maksimal, karena dia mempermalukan dirinya di depan orang lain. Perihal mengirim dokumen yang salah.

Saya diminta untuk mengirim dokumen untuk klien. Setelah saya cari di inbox, saya kirimkan. Dan siangnya saya kuliah. Sekitar PK 15.00, teman kantor sms saya, katanya beliau marah besar karena saya salah kirim dokumen. Saya memilih untuk mengabaikan telepon dan tidak membuka email. Tetapi sekitar PK 17.00, saya membaca Whatsapp dari beliau tulisannya "Z, have you send this docs? We cant find it"

Dari saat itu, saya mulai menyadari ada yang salah. Kemudian saya sms teman saya untuk menanyakan hal tersebut PK 23.00, tapi tidak dibalas.

Esok harinya, saya membuka email. Ada email berisi marah dari beliau, yang dengan cepat saya abaikan. Kemudian mata saya tertuju pada satu email. "Maaf bu L, ternyata si Z belum kirim dokumennya." Yang terjadi adalah saya tersenyum lebar. Merasakan kemenangan besar ini.

Beliau menuduh saya mengirim dokumen yang salah, akan tetapi yang terjadi adalah kami sekantor juga belum menerima perbaikan dari dokumen itu, yang seharusnya dikirim Z. Lantas, saya memaki- maki dia dalam hati dan dengan kata- kata yang didengar sekantor. Sungguh senang bisa mempermalukan beliau. Senang sekali, karena sekarang beliau di dalam otak saya, bagaikan seekor keledai bodoh.

Sedatangnya beliau ke kantor, beliau tidak mengucap satu kata pun mengenai peristiwa ini. Saya semakin tersenyum, karena ternyata beliau hanya pengecut yang berpikiran seakan tidak ada kejadian yang terjadi. Saya tidak menerima maaf darinya.

Tenang saja, saya bisa jamin, saya tidak akan melupakan ini. Tentu saja, karena itulah saya menulis disini. Agar semua orang bisa lebih tahu mengenai malu yang menimpa dirinya.

Thursday, March 26, 2015

Nah, Just Gettin' Used to It

2015, dimulai dari 2014, saat dimana diminta untuk S2 Kenotariatan di UI Salemba.
Yowislah, sudah "janji" juga setahun sebelumnya, jadi mau ga mau harus ditepati.
Setelah daftar, tes, dan fast forward ke Februari, mulai kuliah di Salemba.
Oke itu satu kesibukan setiap hari, dari PK 14.00 sampai selesai.

Kerjaan di firm?
Lanjut juga ternyata. Malah workloadnya kok nambah seiring waktu.
Klien berdatangan (and acting like bastards) dan ya mau ga mau dikerjain. Kalo engga, dipecat kan.
Dulu, awal tahun 2014, kantor engga se-hectic ini.

Should be happy though, karena bisa makin banyak belajar dan bisa bikin bingung rekan- rekan di kenotariatan kenapa kerja di firm boleh part time.

Tapi, ya... tetep aja susah move on dari pengalaman dimana di awal 2014, engga se-hectic ini, malah cenderung gabut.
Dari dalam diri masih butuh sedikit waktu "senggang" di jam kantor supaya ga terlalu stress, sesuatu yang sekarang ini hampir ga didapat.
Harus mulai membiasakan diri, untuk meng-compress banyak pekerjaan dalam waktu kerja yang berkurang.
Bahkan dua minggu belakangan ini, di hari kamis ga pernah pulang di bawah jam 22.

Hopefully, bisa melewati ini dan project kelar semua.
Amen.

Friday, February 13, 2015

Monday Madness

Senin tanggal 9 Februari menjadi Senin yang sulit untuk dilupakan buat gw. Singkatnya, begini:


Ini pantauan dari lewatmana.com, jam 3 dini hari keesokan harinya.
Yea man, ini jam 3 pagi dan tol dalam kota masih berwarna merah gelap.

Jam 3 pagi, di hari Selasa.

Jakarta sudah gila.

Gw yang kejebak disitu 6 jam sebelumya juga sudah gila.

Kalo kita inget Senin itu, curah hujan yang ga berhenti dari hari minggu membuat Jakarta akhirnya tenggelam sore hari. Dimana- mana banjir. Istana presiden pun banjir.

Akhirnya setelah mengambil keputusan gemilang untuk menunggu di kantor sampai jam setengah Sembilan malam, gw kembali memacu mobil untuk anter pacar gw pulang.

Di situ, perjalanan menyenangkan. Dari Kuningan ke Kebon Jeruk ga sampe 30 menit.

Cilaka adalah, ga melihat pantauan dulu pas sampe di rumahnya dan lansgung jalan. Awalnya, di jalan tol Merak ke Tomang lancar. Begitu juga Tomang sampai Pluit.

Selepas itu, neraka.

Berbagai macam kendaraan, didominasi truk berat, sama sekali tidak bergerak. Sekali bergerak hanya 50 meter. Berhentinya 20 menit.

Awalnya, gw pikir kondisi ini ga terlalu lama. Gw juga terus kontak dengan sepupu gw yang berada sekitar 2 kilo di depan gw. Dia bilang, udah satu jam kejebak dan tujuan (Kemayoran) masih "agak" jauh. Dengan mempercayai itu, gw merasa ini cepat berlalu.

Tapi nyatanya tidak.

Dengan ditemani radio dan karoke sendiri, gw bisa menghalau rasa frustasi yang datang. Sembari dibawa enjoy karena banyak yang terjebak di tempat yang sama.

Namun, kesabaran mulai habis.

Di saat itu juga, lagi ga bisa berkomunikasi dengan pacar. Tapi untung ada Nana yang nemenin untuk beberapa saat.

Nah, ketika ada marka jalan yang menyatakan exit Kemayoran 3,7 kilo lagi, gw menyalakan stopwatch. Langsung aja, ketika gw sampai di exit Kemayoran, stopwatch menunjukan 2 jam 42 menit. Luar biasa untuk 3,7 kilometer di jalan bebas hambatan.

Malam semakin malam dan kemacetan bukan semakin terurai tapi tetap begitu saja.

Usut punya usut, truk dan kendaraan lain mematikan mesin mereka, lalu pengemudinya tidur. Lantas, menunggu mereka yang tidur untuk bangun dan menyalakan mesin ini bikin emosi juga. Jadilah di tol itu, pinter- pinternya meliuk di antara truk besar dan mobil penumpang yang lelet.

 
 
Tapi, sampai di exit Kemayoran, bukan kelegaan yang ditemukan. Tapi kegilaan.
 
Lajur kiri sudah penuh dengan orang yang tertidur dari sejauh satu kilometer, sedangkan lajur kanan sudah berjejalan mobil, mencoba menyodok ke paling depan. Tapi nyatanya sudah useless juga, karena orang memilih tidur.
 
Keesokan harinya, diketahui bahwa orang sudah meninggalkan mobilnya di exit tol karena setelah tol, yang ditemui adalah banjir yang cukup dalam. Sehingga tidak ada yang mau mengambil resiko mobilnya rusak.
 
 
Melihat ini, gw dengan sisa tenaga yang ada langsung memacu ke arah Tanjung Priok, dengan hanya satu tujuan, yakni balik dan tidur di kantor.
 
Benar saja, cuma 15 menit gw udah bisa di kantor lagi. 15 menit untuk mengelilingi Jakarta ditemani truk- truk tanker Pertamina.
 
 
Dalam batin gw, gila ini bener- bener gila. Belum pernah gw ngalamin kaya begini. 6 jam di jalan tanpa harapan apapun. Benar- benar kacau.
 
Akhir kata, inilah Jakarta.
Megapolitan sekejap menjadi kota mati, disebabkan oleh air, sumber kehidupan.
Enjoy Jakarta.

Sunday, December 21, 2014

SMS Pak Ahok

Sudah 2,5 tahun pasangan Jokowi Ahok memimpin Jakarta.
Sekarang Jokowi sudah jadi Presiden, Pak Ahok jadi Gubernur DKI.

Saya masih ingat dulu mereka berdua pas kampanye, kompakan membagi nomor hape.
Hal yang sangat sangat ga wajar bagi masyarakat Indonesia saat itu.
Biasa membagikan duit, sekarang bagi no hape untuk lapor.
Katanya pas kampanye, silahkan hubungi kami kalo ada apa- apa.

Tak lama kemudian, mereka terpilih menjadi pemimpin DKI.
Saya yang waktu itu penasaran, akhirnya mencari nomor hape Pak Ahok.
Saya ga sempet dapet kartu namanya, jadi saya cari di internet, akhirnya ketemu di portal berita.

Saya banyak bertanya pada diri sendiri.
Ini gimana smsnya, musti pake bahasa apa, dibales ga ama mereka.
Ga usah dibales dulu, dibaca aja deh.
Siapa tau, yang baca sekretaris atau tim kampanyenya atau intinya bukan pribadinya langsung.

Akhirnya saya sms juga.
Ini sms pertama, super sopan, bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dibales rupanya sama Pak Ahok. Walau normatif, tetap aja ini menyenangkan banget. 
That moment ketika pemimpin lu bisa langsung dikontak, menyampaikan keluh kesah, yang pasti ga ditanggepin ama bawahannya.

Ga lama dari itu, ngadu lagi.

Jawabannya agak panjang dan lumayan variatif ini menumbuhkan harapan.
Walau 1708 itu ga pernah saya hubungi karena lebih enak sms Pak Ahok langsung.

Berikutnya ketagihan SMS.

Ga semuanya dibales ama Pak Ahok.
Saya mulai berpikir apakah ide saya terlalu "brutal."
Tapi ternyata diketahui, kalo Koridor 6 itu ada masalah hukum, sehingga ga bisa dioverride ama Pemerintah DKI.

Akhirnya SMS lagi

Kali ini ngamuk, karena BLU Transjakarta bener- bener keterlaluan.
Tapi setelah lihat di akun twitter Dirut PT Transjakarta, jadi sadar banyak yang nunggu lebih lama.
Dari sini, saya ga pernah naik Transjakarta lagi buat pp rumah kantor.
Saya naik kopaja aja :)

Ini

Yak, ini sms sangat bermakna.

Alkisah, di akhir kepemimpinan Foke, di Kemayoran didirikan tiang- tiang lamu seperti ini:


Saya tiap hari lewat sini.
Ngeliatinnya kesel.

Lampunya warna warni, cuma nyorot tiang- tiang itu aja. 
Ini jelas banget ngabisin anggaran tanpa faedah yang jelas.

Awalnya saya diemin aja.
Lama- lama greget. 
Orang lalu lalang juga ga ada yang peduli ama lampu itu.
Akhirnya saya sms Pak Ahok.

Sekarang?

Lampunya mati.
Total mati, 
Hitam pekat, percuma difoto juga, ga keliatan apa- apa.

Sungguh bahagia saya.
Mungkin saya bahagia sendiri, tapi gapapalah.
Karena sms Pak Ahok, juga saya sendiri yang tau.
Daripada boros listrik gini, anggaran bayar listrik buat hal ga jelas gini.

Terima kasih Pak Ahok.
Terima kasih sudah mendengarkan dan peduli masukan kami.
Setidaknya bapak tidak sekadar mendengar lalu ngacangin kami.
Bapak benar- benar bertindak.
Terima kasih.

Maaf Pak saya belum sempat berterima kasih ke Bapak langsung via sms itu.
Tapi akan saya sampaikan Pak.
Tentunya dengan ide- ide lain Pak.

Untuk kota kita.







RGM-86R GM III

Engga jauh dari romawi III, gw kembali merakit model anyar yang gw miliki.

Namanya GM III, dari timeline Universal Century.
Sedikit sejarah, GM III ini pembaharuan dari GM yang sudah ada bersama- sama Guntank dan Guncannon di post gw sebelumnya.
Bisa dilihat di post itu, yang merah Guncannon, biru Guntank dan putih Gundam.
Nah, GM ini turunannya Gundam, downgrade untuk dibuat massal.
Seri yang gw beli, dari seri Gundam ZZ.

Kalo ditanya kenapa beli ini?
Emm gw juga bingung.
Cuma waktu itu liat di internet, keren juga, di tengah- tengah kesederhanaannya.
Terlepas dari betapa sering suit ini sering diancurin di animenya, karena pilotnya dongo.

Langsung aja, cuma ada dua foto.

standing pose

action mode

Sekarang si GM III sudah terpajang rapi di kotak plastik khusus pajangan yang gw beli di daiso.
Gw ga beli lagi deh, terlepas dari kotaknya yang kualitasnya super standar, juga banyak yang ga muat.

GM III, model kit ke-24

Bearguy III San

Untuk model kit berikut di blog gw adalah ini:

HGBF Beargguy III Box Art

Model kit ini... Diliat dari kotaknya aja udah sesuatu banget!! >.<
Bukan karena keren, keren dalam artian seperti gundam lain ya, tapi ini lucu banget!
Sangat imut dan menggemaskan! Kalo biasanya gundam itu beringas, ini engga.

Dibuat oleh cewe dan dikontrol ama cewe juga, walau battle deploymentnya cuma 1 kali.
Toh ini menangkap hati rata- rata cewe yang gw kasih lihat.
Sebut saja dede gw sndiri, pacar gw, Dayinta, Nana dll X))

Ngerakitnya udah lama sebenarnya, tapi baru keburu foto sekarang karena satu dan lain hal.
Here goes:

muka datar 

duduk lesu

bisa ngamukus :D

ada beam saber kl ngamuk, tapi tetep pake pita :3

Semoga gunpla ini bisa menginspirasi banyak wanita untuk ngerakit model lagi :3
Terbukti kan bukan mainan cowo aja haha! 



 

Monday, December 1, 2014

Mentalitas Kondangan

Semoga bukan gw aja yang merasakan.

Beberapa kondangan yang gw hadiri belakangan ini, mulai menunjukan sesuatu yang tidak mengenakan.

Kalau dahulu, menyalami mempelai menjadi hal yang panjang antrian dan selalu ramai, sekarang tidak.

Menyalami mempelai sudah tidak seramai itu. Paling hanya ada antrian 10-15 menit.

Padahal undangan yang datang banyak, yang bilamana semua orang mengantre untuk menyalami mempelai, hampir tidak mungkin 10-15 menit selesai.

Sekarang, orang- orang langsung ngacir ke tempat makan.

Bahkan sebelum mempelai masuk, mereka sudah antre atau berdiri di dekat stan makanan yang diincar.

Alhasil, mempelai sekarang lebih sering duduk. Karena sudah tidak ada lagi yang mengantre untuk menyalami mereka.

Kontras sekali dengan dahulu, dimana mempelai itu bisa cape berdiri, karena menyalami begitu banyak orang.

Miris.

Mentalitas makin buruk.

Entah apa yang ada di pikiran orang- orang itu, mungkin takut makanannya habis.

Tapi tetap saja. Bagi gw pribadi hal ini sangat tidak nyaman dipandang mata. Gw lebih kasihan kepada mempelai itu.

Coba bayangkan anda di sisi mereka, tamu ramai, tetapi tidak ada yang menyalami. Semua sibuk makan sendiri. Kesel ga? Padahal kan harusnya itu hari spesial anda, gitu.

Entahlah.

Ini bukan peristiwa sekali dua kali aja, tapi udah beberapa kali ketika gw pergi kondangan.

Toh hal ini ada positifnya juga.

Memotivasi gw untuk menggelar resepsi kecil- kecilan aja dan untuk orang dekat saja. Daripada kelak gw bisa keki sendiri.

Friday, November 21, 2014

BBM Naik 2

Dari hasil observasi Rabu Kamis dan Jumat ini, sama saja.
Sama seperti BBM naik dari 4.500 ke 6.500 di jaman Beye.

Jalanan tetap macet tak terkira.
Mobil memenuhi ruas jalan, motor juga tetep memenuhi celah- celah di antara kendaraan lain.
Padahal gw sendiri malah sengaja ga bawa mobil, bukan karena bensin naik tapi karena harus servis.

Kopaja No. 27 yang gw naikin juga tingkat keterisiannya sama seperti dulu, malah bisa dibilang ga serame dulu.
Orang pada tau diri untuk bayar tarif sebesar 4.000 secara sukarela.
Atau kalo bayarnya pake uang gede, mereka ga minta kembalian lebih.
Untungnya Kopaja AC No. 20 tarifnya untuk sementara masih 6.000. Konon katanya menunggu Pergub dulu baru bisa naik.

Makanan di belakang kantor juga harganya masih sama.
Tongseng ayam tetap 15.000 seporsi.

Entahlah.

BBM naik tapi ya memang seharusnya naik sih.
Beruntung juga tingkat pendidikan masyarakat semakin baik, sehingga semakin hari semakin bisa sadar.

Setidaknya ada perubahan positif dari beberapa pemakai kendaraan pribadi.
Sekarang setiap kali gw lewat SPBU Shell, antrian mobil dan motor jadi lebih panjang dibandingkan dengan saat Premium 6.500.
Bagus kan, mesti dibiasakan ga pake subsidi terus.

Toh bentar lagi akhir tahun.
Gw doakan semua dapet kenaikan gaji untuk penyesuaian inflasi dan kenaikan BBM ini.

Ada quote menarik dari film The Incredibles beberapa dulu.
Sang villain menyebut "when everyone's super, no one will be."
Maksudnya adalah, ketika semua orang punya kekuatan super, maka ga ada yang super. Semua akan jadi biasa aja karena semua punya.

Quote tersebut, hemat gw, bisa diimplementasikan.
"Ketika semua naik, BBM, makanan, barang- barang, gaji, maka sebenarnya ga ada yang naik."
Ya dong, cuma nilai uang aja yang bertambah. Semata- mata nominal saja.

Makanya gw setuju sama yang bilang kalo ini penyesuaian harga saja. Kecuali kalo BBMnya naik, tapi pengusaha ga naikin harga barang. Baru itu kenaikan. Tapi kan ga mungkin harga ga naik he he he..

Yaudeh, nikmatin aja. Lama- lama kita ga perlu disubsidi lagi.
Setahap demi setahap mencapai harga semuanya yang sebenarnya.
Bukan harga pasar lho..
Sadar kan kalo apa- apa di negeri ini masih terlalu murah / undervalue...? He he he...

Tuesday, November 18, 2014

BBM Naik

Lantas kudu piye?

Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga Premium ke harga Rp 8.500 dari sebelumnya Rp 6.500 per liter per tanggal 18 November 2014. Berita tadi malam akhirnya hanya membahas mengenai antrian panjang di SPBU.

Ya udah sih. Paling cuma tahan 10- 14 hari. Kan ga mungkin juga disimpen terus Premium harga Rp 6.500 di tangkinya.

Toh di hari pertama kenaikan BBM, Jalan Angkasa menuju Gunung Sahari tetap mengular.
Toh, Jembatan Kuningan juga tetep macet.
Toh, parkiran kantor juga tetep penuh.

Jangan manja lahhh kemonn!

Kurangin dikit rokoknya, minum teh botolnya. Kurangin kongkownya, beli kopi ga jelas di mall.

Toh, Pertamax dan Shell Super kompakan turun ke Rp 10.200 dari Rp 10.500 per liter.

Gw?

Ya kalo gini kan enak. Gw bs buang BBM busuk dari mobil gw. Daripada mesin rusak dll, lumayan bisa dipake 10 tahun ke depan.

Enak gini malah, gw bisa ganti Pertamax atau Shell Super tanpa mikirin disparitas harga yang terlalu besar. Kan tinggal ngurangin belanja, atau konsumtif beli Gundam which is nice.

Terima kasih Pak Jokowi.

Friday, September 19, 2014

Sana Sini, Pullman Bundaran HI

Sekali- kali mencoba untuk mereview restoran.. Jadi kisahnya, kemarin diajak makan kantor di Sana Sini Resto di Pullman Bundaran HI.

Metode makannya buffet, dengan tipe makanan dari Japanese, Chinese, Indonesian dan Western.

Ronde 1, pembukaan dengan dimsum. Ada siomay, hakau, cha siu pau dan lumpia goreng. Untuk rasa dimsumnya, enak, cenderung standar, karena ga bs spesial banget.

Ronde 2, beralih ke Japanese food. Nah ini highly recommended sekali terutama sukiyakinya. Dagingnya empuk, kuahnya gurih luar biasa. Satu- satunya penyesalan karena ngambilnya kurang banyak. Ada juga tempura, yg cukup unik karena ga sepanjang tempura lain. Yang mantap juga itu gindara bakarnya, simpel dan bener2 kerasa lembut dan lezatnya. Gw juga ngambil lima jenis sushi, masing- masing satu, walau harus diakui, punya Sushi Tei lebih berasa enak.

Dari section Japanese ini, ada juga yg ga enak. Di samping sukiyaki, ada juga satu panci yang berisi daging ayam dan jamur serta  sayur- sayur.. Nah pas dicoba ayamnya, engga enak karena kulitnya tebel, sehingga eneg duluan. Not recommended untuk yang ini.

Ronde 3, Chinese. Yang diambil ada mantau yang diisi bebek dan peking ducknya. Mantaunya enak, gurih, sedangkan peking ducknya sangat terbantu banget sama duck saucenya. Pengen nambah mantaunya aja, ga pake bebek tapi ga enak mintanya hehe..

Ronde 4, Indonesian. Memang kurang cocok untuk makan Indonesian disini, sempet kaget juga pas bos minta lele goreng. Penasaran tapi ga sampe pengen, karena cukup yakin sambelnya lebih enak di kaki lima. Ada gudeg dan gado- gado, soto ayam tapi engga tertarik. Akhirnya yang dicoba cuma masing- masing satu sate ayam, satu sate sapi dan satu sate kambing. Gw expect sate sapi kaya di Wonosobo, tapi ternyata engga.. Overall untuk Indonesian so so aja, krn di kaki lima pasti jauh lebih enak.

Ronde 5, buah dan marshmallow dengan chocolate fondue. Buahnya somehow biasa aja, ga terlalu manis. Marshmallow dan chocolate fondue nya enak banget! Tapi marshmallownya habis.. Jadi ga bs terlalu seneng X))

Ronde 6, kue dan es krim. Kuenya enak, ada satu kue yang macam triple chocolate gitu, di luar cokelat cair, di dalem cokelat yang padat. Wuenak itu, mantap rasanya. Untuk es krim, enak, topping biskuitnya yang bikin lezat.

Secara keseluruhan, ini kenyang banget makan disini. Untuk minumnya, free flow air putih, dengan biaya ekstra, di luar makanan. Boleh dicoba bagi yang mempunyai tabungan lebih, Japanese dan Chinesenya terbukti enak. Westernnya gw ga coba karena padat banget dengan karbohidrat, kentang, keju dll.

Terima kasih kantor, sudah mbayari saya makan disini ;)

Wednesday, September 17, 2014

RX-77-2 Guncannon

Sebuah model kit klasik, dipilih untuk menjadi koleksi ke-22 gw. Diambil dari seri Gundam pertama, tahun 1978, Guncannon menjadi bagian tidak terpisahkan dari serial tersebut.

Dipiloti oleh Kai, bersama- sama Hayato di Guntank dan Amuro di Gundam, model kit ini menjadi "anak yang hilang" di koleksi gw :')

Gundam pertama gw yakni si Guntank itu, lalu terbelilah Gundam. Sejak saat itu, pencarian dilakukan untuk melengkapi trio ini. Sampai akhirnya, bulan lalu, iseng mencari di kaskus, ketemulah seller yang masih menjual Guncannon ini.

Proses perakitan model ini juga ga biasa. Saking nganggurnya di suatu malam dan bosan memuncak, akhirnya gw memutuskan untuk merakit Guncannon ini. Proses hanya memakan waktu satu setengah jam, tergolong cepat sekali, karena biasanya skala 1/144 lain ga secepet ini. Tapi berpengaruh juga yaitu kesederhanaan dan simplicity model ini.

Akhirnya, lengkap sudah mobile suit protagonis dari seri MSG :"") Ada sih satu lagi GM, downgrade dari Gundam dan mass produced buat menyaingi Zaku, tapi bentuknya biasa banget dan cenderung jelek (gara- gara pilot yang ngendarain GM bodoh banget di animenya), jadi memutuskan untuk ga beli.

Beli sih, tapi bukan GM yang di MSG, tapi GM III dari seri ZZ Gundam, yang masih satu timeline dengan MSG. Akan dibahas di post selanjutnya :P

Penampakan Guncannon

The solo

The duo

Project V



Wednesday, August 27, 2014

Moda Transportasi Pulang

Untuk menjalani rute Rasuna Said - Sunter, banyak jalan dan banyak moda. Penjabarannya begini, dengan biaya, estimasi waktu, pro and cons:

Jarak tempuh kurang lebih 17-19 km.

1. Motor
Biaya: 15.000 - 25.000 (tip untuk supir oma atau supir kantor papa), bensin enggak.
Estimasi waktu: 50 menit - 70 menit
Pros: Cepet vroh, paling cepet ya ini.
Cons: Kadang- kadang biaya melonjak krn supir kantor papa agak suka meminta lebih.
          Engga fleksibel pulangnya, kalo kesorean ga enak ama yg bawa motor.
          Ngerepotin papa mama, krn ngurus yang jemput siapa dll.

2. Mobil pribadi
Biaya: 30.000-40.000, cuma buat bensin, dan itungannya pulang pergi karena ga mungkin pulangnya doang   pake mobil
Estimasi waktu: 70 menit - 120 menit
Pros: Fleksibel pulangnya kapan.
         Sedikit nyaman, karena ada radio dan bisa nyanyi
         Rute seenak dengkul gw membawa kemana, tergantung jalan yang sekiranya lancar mana.
         (rute pulang pergi kira- kira ada 50 alternatif. kalo dijabarin bs ga kelar- kelar)
Cons: Mahal.
          Selalu ketar ketir kalo mobilnya kenapa- napa. Maklum baru 4 bulan.
          Macet.
          Cape
          Emosi karena pengendara lain seenak dengkul, ga bs liat marka jalan.
          Iya broh, 2 jam, kalo lagi super macet. Jadi total bisa 4 jam kebuang dari 24 jam dalam sehari.
          AC itu minum bensin banyak broh, kaya kita habis olahraga terus haus banget.

3. Kopaja
Biaya: Kopaja 20 Lebak Buluk Senen 3.000, Kopaja 27 Senen Sunter 3.000
Estimasi waktu: 80 menit - 100 menit
Pros: Murah.
         Ga perlu mikirin mobil kebaret.
         Ga perlu cape gas dan rem.
         Angin sepoi- sepoi bikin ngantuk.
         Sepi, karena trayeknya ga terlalu padat jadi penumpangnya ga rame.
         BAKAR KALORI. Baik dari berdiri maupun jalan dr ujung terminal Senen ke ujung yang lain.
Cons: Segala keburukan angkutan umum di Indonesia (ngamen, ngetem)
          Jalurnya muter- muter, kalo dibandingin ama jalan sendiri.
          Ada ketakutan tersendiri, semisal lagi di terminal Senen.

4. Transjakarta
Biaya: 3.500
Estimasi waktu: 120 menit - 150 menit
Pros: Murah
         Ga perlu mikirin mobil kebaret.
         BAKAR KALORI. Baik dari menunggu bus datang, jalan, transit dll.
Cons: Engga jelas ini bus kapan datangnya, suka- suka sendiri.
          Kalo hitung dari terjauh, transit 2 kali sebagai berikut:
                  - Naik dari Karet Kuningan koridor 6A Ragunan Monas
                  - Transit di Monas, naik koridor 1 Blok M Kota
                  - Transit di Kota, naik koridor 12 Pluit Tanjung Priok
                  - Turun di Sunter Karya
          Cape
          Buat naik koridor 12 di Kota, gontok- gontokan, adu otot dan lainnya.
          Buat naik koridor 6A di Karet Kuningan, nunggu 30 menit atau lebih, karena busnya cuma 4.
          Kezel karena koridor 12 yang gw lewatin 80% jalurnya nyatu ama jalur kendaraan pribadi.

Begitulah sekiranya penjabaran rute pulang yang mesti dilalui setiap hari. 
Untuk saat ini preferensinya mobil pribadi dan Kopaja.
Sedang diusahakan untuk mengedukasi mama biar anaknya boleh naik Kopaja lebih sering.
Gw bisa tekor kalo gaji cuma buat ngasih minum mobil kan hehe :P

Kalo ada tebengan atau ada yang mau nebeng boleh banget broh! 



Tuesday, August 5, 2014

MG RX-178 GUNDAM MK-II VER 2.0 A.E.U.G

Kit ini sebenarnya sudah dibeli agak lama, sekitar November 2013. Tapi baru keburu dirakit sekarang, mumpung lagi ada waktu senggang di libur lebaran ini, sambil juga mengisi waktu sambil nemenin oma di rumahnya.

Selamat datang ke-21 untuk,

RX-178 Gundam Mark II AEUG Version

Gundam generasi kedua yang debutnya di Mobile Suit Zeta Gundam. Dipiloti oleh beberapa pilot, antara lain Kamille Bidan dan Char Aznable sendiri, membuatnya unik. Meskipun bentuknya simpel, tapi entah mengapa gw sangat suka bentukan dari Mk-II ini. Maka dari itu, diputuskanlah untuk memboyongnya dari Singapura.

Meskipun sempat dibayangi harga yang agak kelewat mahal bila membandingkan antara Singapura dengan Indonesia, bayang- bayang itu hilang setelah:

Free standing case dengan situasi di hangar!!

Yak, betul! Ada standing case untuk kit ini! Sungguh menyenangkan karena mendapat standing case yang include dengan Gundamnya adalah hal yang jarang, ibarat kejutan :3

Sedikit cerita, Mk-II ini sebenarnya dibuat untuk antagonis dulu, yakni faksi Titan. Tetapi karena keberanian faksi AEUG (Anti Earth Union Group), prototip dari Mk-II berhasil dicuri dan Kamille dipilih untuk menjadi pilotnya. 

Karena ini adalah Gundam generasi dua, yang merupakan lanjutan dari RX-78, jadi desain dibuat simpel dan sebisa mungkin tidak melenceng jauh dari pendahulunya. Untuk persenjataan juga tergolong sama untuk versi standar, beam saber, beam rifle dan bazooka.

Enjoy!