Dari hasil observasi Rabu Kamis dan Jumat ini, sama saja.
Sama seperti BBM naik dari 4.500 ke 6.500 di jaman Beye.
Jalanan tetap macet tak terkira.
Mobil memenuhi ruas jalan, motor juga tetep memenuhi celah- celah di antara kendaraan lain.
Padahal gw sendiri malah sengaja ga bawa mobil, bukan karena bensin naik tapi karena harus servis.
Kopaja No. 27 yang gw naikin juga tingkat keterisiannya sama seperti dulu, malah bisa dibilang ga serame dulu.
Orang pada tau diri untuk bayar tarif sebesar 4.000 secara sukarela.
Atau kalo bayarnya pake uang gede, mereka ga minta kembalian lebih.
Untungnya Kopaja AC No. 20 tarifnya untuk sementara masih 6.000. Konon katanya menunggu Pergub dulu baru bisa naik.
Makanan di belakang kantor juga harganya masih sama.
Tongseng ayam tetap 15.000 seporsi.
Entahlah.
BBM naik tapi ya memang seharusnya naik sih.
Beruntung juga tingkat pendidikan masyarakat semakin baik, sehingga semakin hari semakin bisa sadar.
Setidaknya ada perubahan positif dari beberapa pemakai kendaraan pribadi.
Sekarang setiap kali gw lewat SPBU Shell, antrian mobil dan motor jadi lebih panjang dibandingkan dengan saat Premium 6.500.
Bagus kan, mesti dibiasakan ga pake subsidi terus.
Toh bentar lagi akhir tahun.
Gw doakan semua dapet kenaikan gaji untuk penyesuaian inflasi dan kenaikan BBM ini.
Ada quote menarik dari film The Incredibles beberapa dulu.
Sang villain menyebut "when everyone's super, no one will be."
Maksudnya adalah, ketika semua orang punya kekuatan super, maka ga ada yang super. Semua akan jadi biasa aja karena semua punya.
Quote tersebut, hemat gw, bisa diimplementasikan.
"Ketika semua naik, BBM, makanan, barang- barang, gaji, maka sebenarnya ga ada yang naik."
Ya dong, cuma nilai uang aja yang bertambah. Semata- mata nominal saja.
Makanya gw setuju sama yang bilang kalo ini penyesuaian harga saja. Kecuali kalo BBMnya naik, tapi pengusaha ga naikin harga barang. Baru itu kenaikan. Tapi kan ga mungkin harga ga naik he he he..
Yaudeh, nikmatin aja. Lama- lama kita ga perlu disubsidi lagi.
Setahap demi setahap mencapai harga semuanya yang sebenarnya.
Bukan harga pasar lho..
Sadar kan kalo apa- apa di negeri ini masih terlalu murah / undervalue...? He he he...
Friday, November 21, 2014
Tuesday, November 18, 2014
BBM Naik
Lantas kudu piye?
Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga Premium ke harga Rp 8.500 dari sebelumnya Rp 6.500 per liter per tanggal 18 November 2014. Berita tadi malam akhirnya hanya membahas mengenai antrian panjang di SPBU.
Ya udah sih. Paling cuma tahan 10- 14 hari. Kan ga mungkin juga disimpen terus Premium harga Rp 6.500 di tangkinya.
Toh di hari pertama kenaikan BBM, Jalan Angkasa menuju Gunung Sahari tetap mengular.
Toh, Jembatan Kuningan juga tetep macet.
Toh, parkiran kantor juga tetep penuh.
Jangan manja lahhh kemonn!
Kurangin dikit rokoknya, minum teh botolnya. Kurangin kongkownya, beli kopi ga jelas di mall.
Toh, Pertamax dan Shell Super kompakan turun ke Rp 10.200 dari Rp 10.500 per liter.
Gw?
Ya kalo gini kan enak. Gw bs buang BBM busuk dari mobil gw. Daripada mesin rusak dll, lumayan bisa dipake 10 tahun ke depan.
Enak gini malah, gw bisa ganti Pertamax atau Shell Super tanpa mikirin disparitas harga yang terlalu besar. Kan tinggal ngurangin belanja, atau konsumtif beli Gundam which is nice.
Terima kasih Pak Jokowi.
Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga Premium ke harga Rp 8.500 dari sebelumnya Rp 6.500 per liter per tanggal 18 November 2014. Berita tadi malam akhirnya hanya membahas mengenai antrian panjang di SPBU.
Ya udah sih. Paling cuma tahan 10- 14 hari. Kan ga mungkin juga disimpen terus Premium harga Rp 6.500 di tangkinya.
Toh di hari pertama kenaikan BBM, Jalan Angkasa menuju Gunung Sahari tetap mengular.
Toh, Jembatan Kuningan juga tetep macet.
Toh, parkiran kantor juga tetep penuh.
Jangan manja lahhh kemonn!
Kurangin dikit rokoknya, minum teh botolnya. Kurangin kongkownya, beli kopi ga jelas di mall.
Toh, Pertamax dan Shell Super kompakan turun ke Rp 10.200 dari Rp 10.500 per liter.
Gw?
Ya kalo gini kan enak. Gw bs buang BBM busuk dari mobil gw. Daripada mesin rusak dll, lumayan bisa dipake 10 tahun ke depan.
Enak gini malah, gw bisa ganti Pertamax atau Shell Super tanpa mikirin disparitas harga yang terlalu besar. Kan tinggal ngurangin belanja, atau konsumtif beli Gundam which is nice.
Terima kasih Pak Jokowi.
Friday, September 19, 2014
Sana Sini, Pullman Bundaran HI
Sekali- kali mencoba untuk mereview restoran.. Jadi kisahnya, kemarin diajak makan kantor di Sana Sini Resto di Pullman Bundaran HI.
Metode makannya buffet, dengan tipe makanan dari Japanese, Chinese, Indonesian dan Western.
Ronde 1, pembukaan dengan dimsum. Ada siomay, hakau, cha siu pau dan lumpia goreng. Untuk rasa dimsumnya, enak, cenderung standar, karena ga bs spesial banget.
Ronde 2, beralih ke Japanese food. Nah ini highly recommended sekali terutama sukiyakinya. Dagingnya empuk, kuahnya gurih luar biasa. Satu- satunya penyesalan karena ngambilnya kurang banyak. Ada juga tempura, yg cukup unik karena ga sepanjang tempura lain. Yang mantap juga itu gindara bakarnya, simpel dan bener2 kerasa lembut dan lezatnya. Gw juga ngambil lima jenis sushi, masing- masing satu, walau harus diakui, punya Sushi Tei lebih berasa enak.
Dari section Japanese ini, ada juga yg ga enak. Di samping sukiyaki, ada juga satu panci yang berisi daging ayam dan jamur serta sayur- sayur.. Nah pas dicoba ayamnya, engga enak karena kulitnya tebel, sehingga eneg duluan. Not recommended untuk yang ini.
Ronde 3, Chinese. Yang diambil ada mantau yang diisi bebek dan peking ducknya. Mantaunya enak, gurih, sedangkan peking ducknya sangat terbantu banget sama duck saucenya. Pengen nambah mantaunya aja, ga pake bebek tapi ga enak mintanya hehe..
Ronde 4, Indonesian. Memang kurang cocok untuk makan Indonesian disini, sempet kaget juga pas bos minta lele goreng. Penasaran tapi ga sampe pengen, karena cukup yakin sambelnya lebih enak di kaki lima. Ada gudeg dan gado- gado, soto ayam tapi engga tertarik. Akhirnya yang dicoba cuma masing- masing satu sate ayam, satu sate sapi dan satu sate kambing. Gw expect sate sapi kaya di Wonosobo, tapi ternyata engga.. Overall untuk Indonesian so so aja, krn di kaki lima pasti jauh lebih enak.
Ronde 5, buah dan marshmallow dengan chocolate fondue. Buahnya somehow biasa aja, ga terlalu manis. Marshmallow dan chocolate fondue nya enak banget! Tapi marshmallownya habis.. Jadi ga bs terlalu seneng X))
Ronde 6, kue dan es krim. Kuenya enak, ada satu kue yang macam triple chocolate gitu, di luar cokelat cair, di dalem cokelat yang padat. Wuenak itu, mantap rasanya. Untuk es krim, enak, topping biskuitnya yang bikin lezat.
Secara keseluruhan, ini kenyang banget makan disini. Untuk minumnya, free flow air putih, dengan biaya ekstra, di luar makanan. Boleh dicoba bagi yang mempunyai tabungan lebih, Japanese dan Chinesenya terbukti enak. Westernnya gw ga coba karena padat banget dengan karbohidrat, kentang, keju dll.
Terima kasih kantor, sudah mbayari saya makan disini ;)
Metode makannya buffet, dengan tipe makanan dari Japanese, Chinese, Indonesian dan Western.
Ronde 1, pembukaan dengan dimsum. Ada siomay, hakau, cha siu pau dan lumpia goreng. Untuk rasa dimsumnya, enak, cenderung standar, karena ga bs spesial banget.
Ronde 2, beralih ke Japanese food. Nah ini highly recommended sekali terutama sukiyakinya. Dagingnya empuk, kuahnya gurih luar biasa. Satu- satunya penyesalan karena ngambilnya kurang banyak. Ada juga tempura, yg cukup unik karena ga sepanjang tempura lain. Yang mantap juga itu gindara bakarnya, simpel dan bener2 kerasa lembut dan lezatnya. Gw juga ngambil lima jenis sushi, masing- masing satu, walau harus diakui, punya Sushi Tei lebih berasa enak.
Dari section Japanese ini, ada juga yg ga enak. Di samping sukiyaki, ada juga satu panci yang berisi daging ayam dan jamur serta sayur- sayur.. Nah pas dicoba ayamnya, engga enak karena kulitnya tebel, sehingga eneg duluan. Not recommended untuk yang ini.
Ronde 3, Chinese. Yang diambil ada mantau yang diisi bebek dan peking ducknya. Mantaunya enak, gurih, sedangkan peking ducknya sangat terbantu banget sama duck saucenya. Pengen nambah mantaunya aja, ga pake bebek tapi ga enak mintanya hehe..
Ronde 4, Indonesian. Memang kurang cocok untuk makan Indonesian disini, sempet kaget juga pas bos minta lele goreng. Penasaran tapi ga sampe pengen, karena cukup yakin sambelnya lebih enak di kaki lima. Ada gudeg dan gado- gado, soto ayam tapi engga tertarik. Akhirnya yang dicoba cuma masing- masing satu sate ayam, satu sate sapi dan satu sate kambing. Gw expect sate sapi kaya di Wonosobo, tapi ternyata engga.. Overall untuk Indonesian so so aja, krn di kaki lima pasti jauh lebih enak.
Ronde 5, buah dan marshmallow dengan chocolate fondue. Buahnya somehow biasa aja, ga terlalu manis. Marshmallow dan chocolate fondue nya enak banget! Tapi marshmallownya habis.. Jadi ga bs terlalu seneng X))
Ronde 6, kue dan es krim. Kuenya enak, ada satu kue yang macam triple chocolate gitu, di luar cokelat cair, di dalem cokelat yang padat. Wuenak itu, mantap rasanya. Untuk es krim, enak, topping biskuitnya yang bikin lezat.
Secara keseluruhan, ini kenyang banget makan disini. Untuk minumnya, free flow air putih, dengan biaya ekstra, di luar makanan. Boleh dicoba bagi yang mempunyai tabungan lebih, Japanese dan Chinesenya terbukti enak. Westernnya gw ga coba karena padat banget dengan karbohidrat, kentang, keju dll.
Terima kasih kantor, sudah mbayari saya makan disini ;)
Wednesday, September 17, 2014
RX-77-2 Guncannon
Sebuah model kit klasik, dipilih untuk menjadi koleksi ke-22 gw. Diambil dari seri Gundam pertama, tahun 1978, Guncannon menjadi bagian tidak terpisahkan dari serial tersebut.
Dipiloti oleh Kai, bersama- sama Hayato di Guntank dan Amuro di Gundam, model kit ini menjadi "anak yang hilang" di koleksi gw :')
Gundam pertama gw yakni si Guntank itu, lalu terbelilah Gundam. Sejak saat itu, pencarian dilakukan untuk melengkapi trio ini. Sampai akhirnya, bulan lalu, iseng mencari di kaskus, ketemulah seller yang masih menjual Guncannon ini.
Proses perakitan model ini juga ga biasa. Saking nganggurnya di suatu malam dan bosan memuncak, akhirnya gw memutuskan untuk merakit Guncannon ini. Proses hanya memakan waktu satu setengah jam, tergolong cepat sekali, karena biasanya skala 1/144 lain ga secepet ini. Tapi berpengaruh juga yaitu kesederhanaan dan simplicity model ini.
Akhirnya, lengkap sudah mobile suit protagonis dari seri MSG :"") Ada sih satu lagi GM, downgrade dari Gundam dan mass produced buat menyaingi Zaku, tapi bentuknya biasa banget dan cenderung jelek (gara- gara pilot yang ngendarain GM bodoh banget di animenya), jadi memutuskan untuk ga beli.
Beli sih, tapi bukan GM yang di MSG, tapi GM III dari seri ZZ Gundam, yang masih satu timeline dengan MSG. Akan dibahas di post selanjutnya :P
Penampakan Guncannon
Dipiloti oleh Kai, bersama- sama Hayato di Guntank dan Amuro di Gundam, model kit ini menjadi "anak yang hilang" di koleksi gw :')
Gundam pertama gw yakni si Guntank itu, lalu terbelilah Gundam. Sejak saat itu, pencarian dilakukan untuk melengkapi trio ini. Sampai akhirnya, bulan lalu, iseng mencari di kaskus, ketemulah seller yang masih menjual Guncannon ini.
Proses perakitan model ini juga ga biasa. Saking nganggurnya di suatu malam dan bosan memuncak, akhirnya gw memutuskan untuk merakit Guncannon ini. Proses hanya memakan waktu satu setengah jam, tergolong cepat sekali, karena biasanya skala 1/144 lain ga secepet ini. Tapi berpengaruh juga yaitu kesederhanaan dan simplicity model ini.
Akhirnya, lengkap sudah mobile suit protagonis dari seri MSG :"") Ada sih satu lagi GM, downgrade dari Gundam dan mass produced buat menyaingi Zaku, tapi bentuknya biasa banget dan cenderung jelek (gara- gara pilot yang ngendarain GM bodoh banget di animenya), jadi memutuskan untuk ga beli.
Beli sih, tapi bukan GM yang di MSG, tapi GM III dari seri ZZ Gundam, yang masih satu timeline dengan MSG. Akan dibahas di post selanjutnya :P
Penampakan Guncannon
The solo
The duo
Project V
Wednesday, August 27, 2014
Moda Transportasi Pulang
Untuk menjalani rute Rasuna Said - Sunter, banyak jalan dan banyak moda. Penjabarannya begini, dengan biaya, estimasi waktu, pro and cons:
Jarak tempuh kurang lebih 17-19 km.
1. Motor
Biaya: 15.000 - 25.000 (tip untuk supir oma atau supir kantor papa), bensin enggak.
Estimasi waktu: 50 menit - 70 menit
Pros: Cepet vroh, paling cepet ya ini.
Cons: Kadang- kadang biaya melonjak krn supir kantor papa agak suka meminta lebih.
Engga fleksibel pulangnya, kalo kesorean ga enak ama yg bawa motor.
Ngerepotin papa mama, krn ngurus yang jemput siapa dll.
2. Mobil pribadi
Biaya: 30.000-40.000, cuma buat bensin, dan itungannya pulang pergi karena ga mungkin pulangnya doang pake mobil
Estimasi waktu: 70 menit - 120 menit
Pros: Fleksibel pulangnya kapan.
Sedikit nyaman, karena ada radio dan bisa nyanyi
Rute seenak dengkul gw membawa kemana, tergantung jalan yang sekiranya lancar mana.
(rute pulang pergi kira- kira ada 50 alternatif. kalo dijabarin bs ga kelar- kelar)
Cons: Mahal.
Selalu ketar ketir kalo mobilnya kenapa- napa. Maklum baru 4 bulan.
Macet.
Cape
Emosi karena pengendara lain seenak dengkul, ga bs liat marka jalan.
Iya broh, 2 jam, kalo lagi super macet. Jadi total bisa 4 jam kebuang dari 24 jam dalam sehari.
AC itu minum bensin banyak broh, kaya kita habis olahraga terus haus banget.
3. Kopaja
Biaya: Kopaja 20 Lebak Buluk Senen 3.000, Kopaja 27 Senen Sunter 3.000
Estimasi waktu: 80 menit - 100 menit
Pros: Murah.
Ga perlu mikirin mobil kebaret.
Ga perlu cape gas dan rem.
Angin sepoi- sepoi bikin ngantuk.
Sepi, karena trayeknya ga terlalu padat jadi penumpangnya ga rame.
BAKAR KALORI. Baik dari berdiri maupun jalan dr ujung terminal Senen ke ujung yang lain.
Cons: Segala keburukan angkutan umum di Indonesia (ngamen, ngetem)
Jalurnya muter- muter, kalo dibandingin ama jalan sendiri.
Ada ketakutan tersendiri, semisal lagi di terminal Senen.
4. Transjakarta
Biaya: 3.500
Estimasi waktu: 120 menit - 150 menit
Pros: Murah
Ga perlu mikirin mobil kebaret.
BAKAR KALORI. Baik dari menunggu bus datang, jalan, transit dll.
Cons: Engga jelas ini bus kapan datangnya, suka- suka sendiri.
Kalo hitung dari terjauh, transit 2 kali sebagai berikut:
- Naik dari Karet Kuningan koridor 6A Ragunan Monas
- Transit di Monas, naik koridor 1 Blok M Kota
- Transit di Kota, naik koridor 12 Pluit Tanjung Priok
- Turun di Sunter Karya
Cape
Buat naik koridor 12 di Kota, gontok- gontokan, adu otot dan lainnya.
Buat naik koridor 6A di Karet Kuningan, nunggu 30 menit atau lebih, karena busnya cuma 4.
Kezel karena koridor 12 yang gw lewatin 80% jalurnya nyatu ama jalur kendaraan pribadi.
Begitulah sekiranya penjabaran rute pulang yang mesti dilalui setiap hari.
Untuk saat ini preferensinya mobil pribadi dan Kopaja.
Sedang diusahakan untuk mengedukasi mama biar anaknya boleh naik Kopaja lebih sering.
Gw bisa tekor kalo gaji cuma buat ngasih minum mobil kan hehe :P
Kalo ada tebengan atau ada yang mau nebeng boleh banget broh!
Tuesday, August 5, 2014
MG RX-178 GUNDAM MK-II VER 2.0 A.E.U.G
Kit ini sebenarnya sudah dibeli agak lama, sekitar November 2013. Tapi baru keburu dirakit sekarang, mumpung lagi ada waktu senggang di libur lebaran ini, sambil juga mengisi waktu sambil nemenin oma di rumahnya.
Selamat datang ke-21 untuk,
Selamat datang ke-21 untuk,
RX-178 Gundam Mark II AEUG Version
Gundam generasi kedua yang debutnya di Mobile Suit Zeta Gundam. Dipiloti oleh beberapa pilot, antara lain Kamille Bidan dan Char Aznable sendiri, membuatnya unik. Meskipun bentuknya simpel, tapi entah mengapa gw sangat suka bentukan dari Mk-II ini. Maka dari itu, diputuskanlah untuk memboyongnya dari Singapura.
Meskipun sempat dibayangi harga yang agak kelewat mahal bila membandingkan antara Singapura dengan Indonesia, bayang- bayang itu hilang setelah:
Free standing case dengan situasi di hangar!!
Yak, betul! Ada standing case untuk kit ini! Sungguh menyenangkan karena mendapat standing case yang include dengan Gundamnya adalah hal yang jarang, ibarat kejutan :3
Sedikit cerita, Mk-II ini sebenarnya dibuat untuk antagonis dulu, yakni faksi Titan. Tetapi karena keberanian faksi AEUG (Anti Earth Union Group), prototip dari Mk-II berhasil dicuri dan Kamille dipilih untuk menjadi pilotnya.
Karena ini adalah Gundam generasi dua, yang merupakan lanjutan dari RX-78, jadi desain dibuat simpel dan sebisa mungkin tidak melenceng jauh dari pendahulunya. Untuk persenjataan juga tergolong sama untuk versi standar, beam saber, beam rifle dan bazooka.
Enjoy!
Friday, June 27, 2014
The Yellow Lumia 920
The year is 2014, almost two years after it's first launch, back in September 2012.
Nokia has produced better smartphones since.
However...
It is still, Nokia's brightest star
That unique yellow color
Beautifully designed
And powerful performance, considering it was made in 2012.
It is, the real icon of Nokia Lumia.
It wasn't featured in Nokia advertisement only, but in other companies.
The other companies used the Yellow Lumia 920 to tell that their app is in Windows Phone.
This is why, the Yellow Lumia 920 is a Windows Phone icon.
Like this Nokia ad below. It is the 920.
Or this ad from Kraft.
Now, Nokia is joining Microsoft.
We will not see anymore "Nokia" on the next Lumia.
But it will stay, on the Yellow 920, which started the rise of Windows Phone.
Thank you.
I'm a proud owner.
Subscribe to:
Posts (Atom)







