Wednesday, September 17, 2014

RX-77-2 Guncannon

Sebuah model kit klasik, dipilih untuk menjadi koleksi ke-22 gw. Diambil dari seri Gundam pertama, tahun 1978, Guncannon menjadi bagian tidak terpisahkan dari serial tersebut.

Dipiloti oleh Kai, bersama- sama Hayato di Guntank dan Amuro di Gundam, model kit ini menjadi "anak yang hilang" di koleksi gw :')

Gundam pertama gw yakni si Guntank itu, lalu terbelilah Gundam. Sejak saat itu, pencarian dilakukan untuk melengkapi trio ini. Sampai akhirnya, bulan lalu, iseng mencari di kaskus, ketemulah seller yang masih menjual Guncannon ini.

Proses perakitan model ini juga ga biasa. Saking nganggurnya di suatu malam dan bosan memuncak, akhirnya gw memutuskan untuk merakit Guncannon ini. Proses hanya memakan waktu satu setengah jam, tergolong cepat sekali, karena biasanya skala 1/144 lain ga secepet ini. Tapi berpengaruh juga yaitu kesederhanaan dan simplicity model ini.

Akhirnya, lengkap sudah mobile suit protagonis dari seri MSG :"") Ada sih satu lagi GM, downgrade dari Gundam dan mass produced buat menyaingi Zaku, tapi bentuknya biasa banget dan cenderung jelek (gara- gara pilot yang ngendarain GM bodoh banget di animenya), jadi memutuskan untuk ga beli.

Beli sih, tapi bukan GM yang di MSG, tapi GM III dari seri ZZ Gundam, yang masih satu timeline dengan MSG. Akan dibahas di post selanjutnya :P

Penampakan Guncannon

The solo

The duo

Project V



Wednesday, August 27, 2014

Moda Transportasi Pulang

Untuk menjalani rute Rasuna Said - Sunter, banyak jalan dan banyak moda. Penjabarannya begini, dengan biaya, estimasi waktu, pro and cons:

Jarak tempuh kurang lebih 17-19 km.

1. Motor
Biaya: 15.000 - 25.000 (tip untuk supir oma atau supir kantor papa), bensin enggak.
Estimasi waktu: 50 menit - 70 menit
Pros: Cepet vroh, paling cepet ya ini.
Cons: Kadang- kadang biaya melonjak krn supir kantor papa agak suka meminta lebih.
          Engga fleksibel pulangnya, kalo kesorean ga enak ama yg bawa motor.
          Ngerepotin papa mama, krn ngurus yang jemput siapa dll.

2. Mobil pribadi
Biaya: 30.000-40.000, cuma buat bensin, dan itungannya pulang pergi karena ga mungkin pulangnya doang   pake mobil
Estimasi waktu: 70 menit - 120 menit
Pros: Fleksibel pulangnya kapan.
         Sedikit nyaman, karena ada radio dan bisa nyanyi
         Rute seenak dengkul gw membawa kemana, tergantung jalan yang sekiranya lancar mana.
         (rute pulang pergi kira- kira ada 50 alternatif. kalo dijabarin bs ga kelar- kelar)
Cons: Mahal.
          Selalu ketar ketir kalo mobilnya kenapa- napa. Maklum baru 4 bulan.
          Macet.
          Cape
          Emosi karena pengendara lain seenak dengkul, ga bs liat marka jalan.
          Iya broh, 2 jam, kalo lagi super macet. Jadi total bisa 4 jam kebuang dari 24 jam dalam sehari.
          AC itu minum bensin banyak broh, kaya kita habis olahraga terus haus banget.

3. Kopaja
Biaya: Kopaja 20 Lebak Buluk Senen 3.000, Kopaja 27 Senen Sunter 3.000
Estimasi waktu: 80 menit - 100 menit
Pros: Murah.
         Ga perlu mikirin mobil kebaret.
         Ga perlu cape gas dan rem.
         Angin sepoi- sepoi bikin ngantuk.
         Sepi, karena trayeknya ga terlalu padat jadi penumpangnya ga rame.
         BAKAR KALORI. Baik dari berdiri maupun jalan dr ujung terminal Senen ke ujung yang lain.
Cons: Segala keburukan angkutan umum di Indonesia (ngamen, ngetem)
          Jalurnya muter- muter, kalo dibandingin ama jalan sendiri.
          Ada ketakutan tersendiri, semisal lagi di terminal Senen.

4. Transjakarta
Biaya: 3.500
Estimasi waktu: 120 menit - 150 menit
Pros: Murah
         Ga perlu mikirin mobil kebaret.
         BAKAR KALORI. Baik dari menunggu bus datang, jalan, transit dll.
Cons: Engga jelas ini bus kapan datangnya, suka- suka sendiri.
          Kalo hitung dari terjauh, transit 2 kali sebagai berikut:
                  - Naik dari Karet Kuningan koridor 6A Ragunan Monas
                  - Transit di Monas, naik koridor 1 Blok M Kota
                  - Transit di Kota, naik koridor 12 Pluit Tanjung Priok
                  - Turun di Sunter Karya
          Cape
          Buat naik koridor 12 di Kota, gontok- gontokan, adu otot dan lainnya.
          Buat naik koridor 6A di Karet Kuningan, nunggu 30 menit atau lebih, karena busnya cuma 4.
          Kezel karena koridor 12 yang gw lewatin 80% jalurnya nyatu ama jalur kendaraan pribadi.

Begitulah sekiranya penjabaran rute pulang yang mesti dilalui setiap hari. 
Untuk saat ini preferensinya mobil pribadi dan Kopaja.
Sedang diusahakan untuk mengedukasi mama biar anaknya boleh naik Kopaja lebih sering.
Gw bisa tekor kalo gaji cuma buat ngasih minum mobil kan hehe :P

Kalo ada tebengan atau ada yang mau nebeng boleh banget broh! 



Tuesday, August 5, 2014

MG RX-178 GUNDAM MK-II VER 2.0 A.E.U.G

Kit ini sebenarnya sudah dibeli agak lama, sekitar November 2013. Tapi baru keburu dirakit sekarang, mumpung lagi ada waktu senggang di libur lebaran ini, sambil juga mengisi waktu sambil nemenin oma di rumahnya.

Selamat datang ke-21 untuk,

RX-178 Gundam Mark II AEUG Version

Gundam generasi kedua yang debutnya di Mobile Suit Zeta Gundam. Dipiloti oleh beberapa pilot, antara lain Kamille Bidan dan Char Aznable sendiri, membuatnya unik. Meskipun bentuknya simpel, tapi entah mengapa gw sangat suka bentukan dari Mk-II ini. Maka dari itu, diputuskanlah untuk memboyongnya dari Singapura.

Meskipun sempat dibayangi harga yang agak kelewat mahal bila membandingkan antara Singapura dengan Indonesia, bayang- bayang itu hilang setelah:

Free standing case dengan situasi di hangar!!

Yak, betul! Ada standing case untuk kit ini! Sungguh menyenangkan karena mendapat standing case yang include dengan Gundamnya adalah hal yang jarang, ibarat kejutan :3

Sedikit cerita, Mk-II ini sebenarnya dibuat untuk antagonis dulu, yakni faksi Titan. Tetapi karena keberanian faksi AEUG (Anti Earth Union Group), prototip dari Mk-II berhasil dicuri dan Kamille dipilih untuk menjadi pilotnya. 

Karena ini adalah Gundam generasi dua, yang merupakan lanjutan dari RX-78, jadi desain dibuat simpel dan sebisa mungkin tidak melenceng jauh dari pendahulunya. Untuk persenjataan juga tergolong sama untuk versi standar, beam saber, beam rifle dan bazooka.

Enjoy!










Friday, June 27, 2014

The Yellow Lumia 920

The year is 2014, almost two years after it's first launch, back in September 2012.
Nokia has produced better smartphones since.
However...

It is still, Nokia's brightest star
That unique yellow color
Beautifully designed
And powerful performance, considering it was made in 2012.

It is, the real icon of Nokia Lumia.

It wasn't featured in Nokia advertisement only, but in other companies.
The other companies used the Yellow Lumia 920 to tell that their app is in Windows Phone.
This is why, the Yellow Lumia 920 is a Windows Phone icon.

Like this Nokia ad below. It is the 920.


Or this ad from Kraft.


Now, Nokia is joining Microsoft.
We will not see anymore "Nokia" on the next Lumia.
But it will stay, on the Yellow 920, which started the rise of Windows Phone.

Thank you.
I'm a proud owner.

Tuesday, June 17, 2014

United States Soccer

Tadi pagi, telah berlangsung match di FIFA World Cup antara Ghana dengan Amerika Serikat. Pertandingan dimenangkan oleh Amerika Serikat secara dramatis dengan gol di menit ke 86. Tim Amerika Serikat sebelumnya kebobolan oleh Ayew setelah Howard dkk berusaha mati- matian mempertahankan keunggulan satu gol yang dicetak di detik ke 29.

Amerika Serikat balas menyerang dengan satu serangan ini. Berawal dari tendangan sudut, John Brooks dengan sundulan yang mantap dan tidak terkawal membobol gawang Ghana sekali lagi dan euforia bagi tim Amerika Serikat. Jurgen Klinsmann bergembira sampai- sampai dia bingung mau merayakan dengan cara apa.

Menarik melihat tim sepakbola Amerika Serikat ini.

Kita semua tahu, pamor sepak bola di Amerika Serikat sama sekali tidak menonjol. Hal ini dikarenakan orang Amerika lebih gemar menonton American Football, atau Basketball ataupun Baseball. Sepak bola ada di urutan kesekian.

MLS sebagai liga sepakbola, juga tidak banyak diisi pemain bintang dan sekarang malah terkenal dengan liga "pensiunan" dimana pemain- pemain top Eropa banyak yang mengakhiri karir di sana. Sebut saja Freddie Ljunberg, Thierry Henry, David Beckham, Robbie Keane dan yang paling anyar adalah David Villa.

Belum lagi fans sepak bola dari seluruh dunia mengejek penggunaan kata soccer untuk sepakbola dan bukan menggunakan football.

Tapi di tengah faktor- faktor negatif tersebut, kemampuan tim Amerika Serikat justru berbanding terbalik. 

Di gelaran Piala Dunia 2010, Amerika Serikat yang satu grup dengan Inggris berhasil menahan imbang Inggris dengan skor 1-1 akibat blunder Robert Green. Sontak publik Inggris marah akibat hasil tersebut karena bisa dibilang Amerika Serikat adalah musuh bebuyutan dari Inggris dalam sepakbola. Pendek kata, publik Inggris malu terhadap hasil tersebut.

Sejak ditangani oleh Klinsmann, performanya cukup menjanjikan. Dalam laga persahabatan melawan Jerman, secara mengejutkan tim Amerika Serikat memenangi pertandingan dengan skor 4-3. 

Di gelaran Piala Dunia 2014, tim Amerika Serikat justru yang paling berpeluang untuk lolos ke babak knockout setelah kemenangan atas Ghana tadi pagi. Tapi semua masih bisa terjadi mengingat grup ini bisa dibilang sebagai grup neraka juga, berisikan Jerman Portugal Amerika Serikat dan Ghana.

Inilah yang menurut saya, mengapa pertandingan Amerika Serikat menjadi menarik dan layak untuk ditonton. Meskipun secara mengejutkan Landon Donovan dicoret dari skuad oleh Klinsmann, tim ini tetap solid dan dengan caranya sendiri, bermain dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. 


Saturday, April 26, 2014

Welcome, to Skytrax Best Economy Class

Beberapa waktu lalu, pas long weekend Paskah, kami sekeluarga menyempatkan diri sebentar untuk ke Surabaya untuk berkumpul dengan keluarga besar dari ayah. Lalu di tulisan ini, yang menjadi fokus bukan jalan- jalan di Surabaya, tetapi perjalanan ke dan dari Surabaya.

Dari judul di atas, tentu dapat diterka.

Yak, PP dengan Garuda Indonesia, Airline of Indonesia.

Gw pribadi sangat antusias, karena udah lama banget ga naik Garuda. Dan dalam jangka waktu yang lama itu, dunia penerbangan sudah berubah dan gw membiasakan diri dengan Low Cost Carrier macam Lion Air. Sekarang gw akan menceritakan kesan setelah duduk di Economy Class Garuda.

Pertama, LEGA BROOO! 

Betul, engga sempit kaya LCC yang sengaja dipepet supaya bisa nambah satu atau dua deret kursi lagi. Ketika naik Garuda, mantapp! Ga dipepet2in dan ruang gerak kaki masih banyak.

Kedua, dapet koran.

Koran disediakan dan diambil gratis oleh penumpang di garbarata atau belalai kalo bahasa awamnya. Pas berangkat, koran yang tersedia cukup beragam, sampai- sampai koran dengan bahasa Tiongkok.

Ketiga, makanan.

Yes, beda dengan LCC yang memaksimalkan efisiensi biaya, di Garuda bisa dapet snack (karena singkatnya penerbangan CGK SUB) dan minuman yang beragam. Di sini gw mohon maaf atas kenorakan gw, habisnya ini perbedaan yang cukup penting (akibat terbiasa naik LCC).

Keempat, peraga keselamatan.

Kalo LCC masih memakai pramugari pramugara, di Garuda udah pake video. Ya kalo menurut gw, dengan video ini kesempatan untuk melihat pramugari caem terus- terusan berkurang :P

Kelima, in flight entertainment system.

Di Garuda, tiap kursi ada layar TV dan headphone untuk entertainment system. Nah ini yang mantap, walau penerbangan singkat, kita tetep bisa denger musik dan nonton film. Pas berangkat, karena belom tahu apa2 dan takut ga enak diliatin orang (karena udik), jadi belajar- belajar dulu. Di saat itu juga, gw sempet ketakutan karena gw pikir harus bayar. Ternyata setelah ngeliatin orang, rupanya orang langsung aja. Yowis, gw ikutan. 

Pada saat berangkat, gw nyetel The Secret Life of Walter Mitty, yang mana sungguh menyenangkan! Tapi ga habis, karena keburu turun lagi. Pas pulang, gw akhirnya menyelesaikan Walter Mitty yang kemarin ga selesai :P

Setelah nonton film, menyempatkan diri juga untuk denger2 lagu yang ada. Ternyata koleksinya mantap dan tersedia berbagai aliran, album Random Access Memories Daft Punk ada, Prism Katy Perry dll. 

In flight entertainment system ini yang paling gw sukai dari Garuda dan ga mungkin ada di LCC.

Keenam, terminal keberangkatan dan kedatangan yang relatif "tidak kampungan."

Gw harus minta maaf dulu untuk yang ini, tapi ga bisa dipungkiri, revolusi LCC tidak diikuti dengan perbaikan tabiat orang yang naik LCC tersebut. Terminal 1 CGK contohnya, kaya terminal bus dan kotor ga karuan. Siapa lagi yang ngotorin kalo bukan penumpang pesawat.

Untuk domestik, Garuda ada di 2F, yang mana itu milik dia sendiri terminalnya. Sehingga relatif nyaman dan ga terlalu bising. Lalu saat check in juga antriannya tidak mengular panjang dan hanya 5 menit, termasuk baggage drop. 

Dari lima kesan gw selama di pesawat, makanya engga heran ketika Garuda Indonesia bisa menyabet penghargaan bergengsi dari Skytrax, yakni Best Economy Class. Dengan penghargaan tersebut, berarti resmi sudah Garuda Indonesia menjadi maskapai kelas dunia. Penghargaan gw berikan kepada Garuda, karena telah membuat Indonesia bangga.

Terakhir....

Thank you for flying with Garuda Indonesia, member of Skyteam. 

Friday, April 11, 2014

Master Grade XXXG-01SR Gundam Sandrock

Setelah sekian lama hiatus dari dunia model kit Gundam, akhirnya saya kembali!
Gairah merakit ini dikarenakan anime terbaru Gundam, yaitu Gundam Build Fighter. GBF ini ceritanya tentang Gunpla (Gundam Model Kit) yang bisa digunakan untuk bertarung sebagaimana aslinya.

Model kitnya sendiri masih ada stok 2 biji, dan ini yang gw rakit.


Master Grade XXXG-01SR Gundam Sandrock

Dari timeline Gundam Wing, Gundam Sandrock ini melengkapi koleksi gw dari timeline yang sama yang sudah ada terlebih dahulu, yakni Gundam Deathscythe Hell dan Wing Gundam Zero Custom.

Proses pembuatannya agak lama, sekitar 8 jam, ini karena skill yang sudah mulai uzur akibat kelamaan ga ngerakit. Tapi pada akhirnya, gw bangga atas model kit ini, karena untuk pertama kalinya, dry sticker di Master Grade class bisa diselesaikan dengan baik.

20th. Enjoy!