Friday, January 25, 2013

Same Dad, Same Grandma

Jadi ceritanya, beberapa hari lalu pergi nonton film Gangster Squad ama oma. Sedari awal, si oma itu selalu salah ngucapin judul filmnya. Si oma selalu ngomongnya "SQUADRON SQUAD." Ya gw sih cekikikan dalam hati. Pertama oma ngomong, masih gw biarin. Kedua kali, akhirnya gw benerin. Tapi ya si oma salah ampe tiga kali dan gw benerin lagi.

Nah, ketika udah masuk ke dalem bioskopnya, setelah melewati beberapa trailer... Ada intro dari Warner Bros Pictures. Ini kan udah mulai ya filmnya... Gw pikir si oma udah tau. Tapi beberapa saat kemudian setelah ada tulisan "Insipired By A True Story," si oma nanya..

Oma: "Ko mulai ya filmnya?"
Gw: "Iya oma"
Sekian puluh menit kemudian filmnya selesai dan pulang ke rumah. Emma Stone nya cuakep benerrr btw :p

Terus, kemarin, bokap sepulang dari Bandung, ngajak gw untuk nonton Gangster Squad lagi. Gw mengiyakan, nemenin bokap sendiri karena nyokap pergi ke Bandung.

Udah beli tiket dan masuk ke bioskopnya, melewati beberapa trailer dan intro dari WB juga....

Bokap: "Ko udah mulai ya filmnya?"
Gw: Iya pa. 
Gw dalam hati, "kok pertanyaan bisa persis bener ini bokap dan oma.. Anak, orang tua ga beda jauh..." Gw senyum selebar mungkin karena peristiwa ini. Sekilas sih biasa, tapi entahlah... Jarang- jarang beginii haha.. Yaa, memang buah tidak jauh dari pohonnya :P

Thursday, January 24, 2013

Happy Meal McD Singapura

Kalo ulasannya tentang happy meal McD Indonesia, mungkin akan biasa aja. Tapi ini, ulasan tentang happy meal (terutama mainannya) di Singapura sana.

Bila disini, happy mealnya kan palingan juga ngambil figur dari sesuatu yang lagi in atau lagi diputar di bioskop. Gw sendiri punya yang figur Atlantis, Monster Inc dan sebagainya. Memang targetnya sih anak- anak yang kemungkinan besar nonton tuh film di layar lebar. Hasilnya sih sudah diterka bakal laku. 

Tapi di Singapura sana, berbeda. Kemarin baru aja dikasih tau dede yang kuliah disana.

Dengan terkejut dia bbm gw, "Ko! Di sini Happy Mealnya Black White 2 lho!" Sontak gw terkejut bukan main. Gila cui, itu pokemon! Game pokemon yang sedang amat ngetrend di dunia! Pokemon Black 2 atau Pokemon White 2. 

Dede pun mengirimkan foto mainan happy meal tersebut dan penampakannya sepertii ini:


Jujur, ampe sekarang gw masih teramat sangat kaget. Ini adaptasi dari game, ampe sebegitunya. Ada ikon pokemon yaitu Pikachu, trus ada ikon spesial dari gamenya sendiri yakni Zekrom dan Reshiram. 

Gw sebagai fans pokemon, ngebet sih untuk punya satu. Maaf ye norakkk but something like this is too special, cant be found in Indonesia!

Kemudian terbersit lagi kenapa influence game bisa sampe bikin salah satu cabang perusahaan multinasional mengadaptasinya. 

Jawaban yang gw dapet simpel, kualitas manusianya. Orang- orang disana yang sudah terpapar teknologi canggih, pasti juga mempunyai konsol game yang canggih pula, dalam hal ini Nintendo. Nintendo sudah menjadi platform game pokemon sedari awal kemunculannya. Penetrasi yang sudah sangat kuat ini yang pada akhirnya memberanikan McD untuk meluncurkan mainan happy meal ini. Alhasil, segmentasinya bukan saja anak- anak belaka. Melainkan remaja, bahkan juga dewasa yang tergila- gila terhadap pokemon ini.

Berbeda sih memang.. Keadaan yang sangat amat berbeda antara di Singapura sana dengan di Indonesia. Gw yang di Indonesia hanya bisa meratapi kondisi di sini sambil menatap iri ke sana. :) 



Sunday, January 13, 2013

2013

Agak terlambat banget sih untuk menulis dengan topik ini, karena sekarang udah 13 hari di tahun yang baru, tapi lebih baik terlambat daripada engga sama sekali kan?

Pertama, blog ini akhirnya berusia setahun! Dibuat tepat pada tanggal 1 Januari 2012, ga kerasa udah 1 Januari 2013 lagi dan yaaa... begitulah cepatnya waktu tanpa disadari.

Yang lain lagi, semester lima sudah berakhir dengan sebegitu cepatnya juga. Mungkin akan jadi semster yang paling keras, karena tugas berbagai macam numpuk, organisasi dan berbagai hal lain yang menuntut perhatian yang sama besar.

Sementara sih nilai belum keluar semua, didoakan saja bisa mendapatkan yang terbaik. Hal yang rese adalah seharusnya deadline nilai itu pada tanggal 31 Desember, tapi kok kayanya engga berlaku, jadi terpaksa digantungkan ketenangan liburan ini ampe semua nilai keluar.

Selesai tiga, bertumbuh satu. Tahun 2012 kemarin lengkap banget organisasinya ada tiga, terus berbagai kepanitiaan pula. Untuk 2013 ini, akan ditambahkan satu aja dari KMK UI. Semoga bisa berjalan mulus dan lancar serta tidak menganggu persiapan skripsi di akhir tahun nanti (amin).

Resolusi? Engga ada sepertinya. Kurang memandang penting resolusi itu, karena ya emang bukan orang yang well-planed. Cukup berharap, semua bisa diurus dengan baik, organisasi, akademik, keluarga dan kekasih :)

Sunday, December 16, 2012

I Found It!!

Yes, I found it! Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Indonesia.

What's so special about this??

Hemm.. Gw menemukan teman pada awalnya, yang kemudian menjadi keluarga yang hangat. Gw menemukan tawa ceria yang tidak habis. Menemukan.. Ketenangan, ketika gw berada di dalamnya. Orang- orangnya yang ramah, tanpa atribut, tanpa hal- hal yang membuat segan terhadap satu sama lain. 

Gw merasa dihargai, dinilai lebih dan dianggap :) Mereka semua baik, suportif dan peduli. Bisa mengobrolkan apapun itu, membuka cerita apapun dan berbagi bersama. 

Di sini pula, chauvinisme fakultas hilang. Suatu hal yang menyenangkan bukan? Di tengah politik kampus yang menggila, di sini semua tidak tergila- gila dengan tampuk kepemimpinan. Yang ada, terkadang dibuat ketawa sampe gila oleh kerabat bahkan.

Alumni yang tak kenal senioritas. Semua sama dan semua menyenangkan. Seseorang yang baru masuk, bisa langsung blend in dan sesaat kemudian sudah cekikikan sendiri. 

Suatu kombinasi yang unik. Merupakan keluarga, tapi tidak melupakan organisasi di dalamnya. Lain dengan organisasi lain yang berisi suruh menyuruh atas bawahan, kekeluargaan sangat kental. Seorang PO bisa dimintai tolong untuk kerjaan yang seharusnya tidak ia lakukan. 

Ah... Kemana saja gw dua tahun ini.. Terlambat menyadari bahwa tidak ada yang bisa menggantikan KMK UI ini. Gw tidak mau keluar lagi dari lingkaran keluarga yang hangat ini. Gw tidak menemukannya di lain tempat. Tempat ini spesial. Tempat ini bermakna dan membahagiakan.

Saturday, December 15, 2012

Bahagia Bila...?

Buat gw, menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada petugas pintu tol.

Iya, sesederhana itu. Mengapa?

Mereka pasti membalas sapaan kita dengan senyum yang bila kamu lihat sendiri, ikut merasakan kebahagiaan sederhana. 

Kerjaan mereka, terkadang diremehkan oleh para pengguna jalan tol. "Ah cuma ngasih kembalian aja." Coba pikirkan, siapa yang mau kerjaan seperti itu? Yang pasti, yang meremehkan mereka engga mau deh. 

Di dalam kotak kecil ruangan kerja mereka, mereka sendiri. Tidak bersosialisasi dengan siapapun. Seringnya diumpat oleh pengguna jalan tol yang tidak puas akan layanan. Salah alamat tho? Mereka kan bukan policy maker. Mereka ga tau apa- apa bahkan. Toh mereka tetap melayani dan membalas dengan maaf serta senyum.

Akhirnya gw mulai dengan sekadar ucapan terima kasih. Responnya luar biasa. Senyum yang lebar dan balasan yang sopan. Ramah dan menyenangkan. Sungguh lain halnya bila memberikan uang ke tukang parkir yang tidak tahu diri. 

Kebiasaan ini baru aja gw mulai, tapi gw sangat menyukainya. Tidak ada salahnya mengucap sepatah dua kata untuk mereka. Kita ga rugi apa- apa kok, malah bisa ikut bahagia melihat senyum petugas pintu tol yang tulus. :)

Sunday, October 28, 2012

Bahasa

Sedari dulu, bokap selalu memberanikan diri gw untuk berbicara dalam Inggris dengan orang luar, entah di dalam negeri ataupun di dalam negeri (semisal Bali.)

Hal yang sama yang selalu beliau gunakan untuk menyemangati gw, "Tenang ko, mereka kalo kamu salah ga akan diketawain. Mereka malah respect ama orang kaya kamu gitu."

Tetapi, ya cukup susah lah untuk berbicara seperti itu. Apalagi dulu masih kecil, jadinya, ya bokap bisa lah handle sendiri kebutuhan kami sekeluarga ketika kami di luar negeri. 

Sampai akhirnya, kemarin gw ke Singapore dan ditinggal sendiri di sana. Barulah merasakan, karena kepepet pula, maka harus ngomong, kalo engga ya kacaulah dunia. Lagipula, sudah besar pula juga. Masak kan ga bisa berbicara Inggris, ya setidaknya untuk dapat dimengerti di sana.

Pulangnya, gw merenung sendiri. Sangat benar yang apa bokap bilang. Salah pun, tidak ada yang peduli, malahan kita bisa semakin berani dan melatih diri.

Kemarin bokap bercerita. Kembali ke masa dia masih SMA, dia les bahasa Inggris di ILP. Seorang temannya dalam conversation salah grammar. Sontak, sekelas mentertawakan. Apa yang terjadi? Pengajarnya yang pada saat itu merupakan WNA, memarahi satu isi kelas tersebut.

Pelajaran Inggris yang seharusnya berlangsung selama 4 jam, 3 jamnya dipakai untuk marah- marah, bokap mengenang. Pada akhirnya, pengajar tersebut melontarkan kata- kata: 

"Mengapa kalian mentertawakan teman kalian sendiri yang salah dalam bahasa Inggris ataukah saya yang salah dalam berbahasa Indonesia?! Sedangkan saya tidak pernah mentertawakan anda!"
Akhirnya saya membawa ke perenungan ini. Memang bagi kita, orang Indonesia, sangatlah asik untuk mentertawakan kesalahan orang lain. Semua seakan- akan merasa lebih baik dari orang yang melakukan kesalahan tersebut.

Kita kehilangan satu hal penting yang dimiliki orang luar.

Orang luar selalu bangga ketika bahasanya dipakai dan dengan senang hati membantu kita untuk menjadi lebih baik. 

Sedangkan,

Kita tidak memiliki hal itu dan sama sekali tidak membuat pemakluman atas kesalahan yang orang luar lakukan ketika mereka mempelajari bahasa kita. Akibatnya, orang luar menjadi malas untuk mempelajari bahasa kita dan merugikan kita. 

Miris sih, ketika orang Indonesia pun sudah merusak tatanan bahasanya sendiri, dengan bahasa gaul yang tidak jelas tersebut. Kemudian, kita mentertawakan orang luar negeri yang secara ketatabahasaan (bisa jadi) lebih benar dari kita sendiri. 


Sunday, September 23, 2012

5th

Sembilan mata kuliah

Tiga organisasi

Dua project officer (atau mungkin tiga?!)

Satu penanggung jawab

You've got better ideas?